Spesifikasi Sistem HVAC Dalam Building Automation System

 

 

building automation systemSistem HVAC pada gedung yang menggunakan building automation system dimanfaatkan untuk ruangan yang berhubungan dengan proses produksi dan proses pengemasan produk. Sehingga sistem HVAC disini merupakan hal yang sangat penting, karena  sistem ini erat kaitannya dengan mutu hasil produksi , produktivitas, persyaratan teknis dan keselamatan kerja. Adapun jenis peralatan sistem tata udara yang digunakan berupa sistem tata udara sentral building automation system. Sistem HVAC disini dirancang untuk memperoleh temperatur dan kelembapan serta distribusi udara sesuai dengan sifat dan kondisi yang diinginkan guna pengerjaan dalam suatu proses produksi. Adapun nilai temperatur dan kelembapan yang dijadikan standard produksi adalah sebesar 22ºC dan 58%RH.

Sistem dibagi menjadi delapan bagian yaitu motor pompa pendingin, motor pompa pemanas, Chiller, AHU, plant erupa ruangan pabrik yang diatur suhu dan kelembapan sesuai dengan nilai setpoint yang diharapkan.

  1. Motor Pompa Pendingin Motor pompa pendingin berfungsi untuk mensuplai air yang akan digunakan oleh chiller untuk menghasilkan air dingin. 2. Motor Pompa Pemanas Motor pompa pemanas berfungsi untuk mensuplai air yang akan digunakan oleh chiller untuk menghasilkan air panas. 3. Chiller Merupakan mesin pendingin dan pemanas yang merupakan bagian penting dalam sistem HVAC. Air yang disuplai oleh chiller akan didistribusikan ke unit-unit pengolah udara. 4. AHU Merupakan unit pengolah udara yang memiliki cooling coil dan heating coil. Sehingga udara yang melewati Coil pada AHU akan mengalami perpindahan kalor yang kemudian di gunakan untuk mengkondisikan udara dalam plant. 5. Plant Merupakan ruangan yang nilai variabel udaranya (temperatur, humidity, air velocity, dan lain sebagainya) ingin diatur sesuai dengan kondisi dan fungsi nya.

Spesifikasi Sistem Building Automation Sistem Penggunaan building automation system pada sistem HVAC di pabrik ini adalah untuk melakukan monitoring, pengontrolan dan evaluasi peralatan – peralatan yang berhubungan dengan sistem HVAC, sehingga kondisi ruangan yang diharapkan dapat tercapai namun dengan mempertimbangkan faktor penggunaan energi yang efisien.

sistem dibagi menjadi delapan bagian yaitu PC klien, perangkat sensor input, tombol tekan lokal, tombol tekan remote sebagai masukan. Indikasi lokal, indikasi remote, perangkat lokal sebagai keluaran dan sistem kontrol.

  1. PC Klien PC Klien ini yang ditempatkan pada ruang kendali pusat untuk mensupervisi keseluruhan sistem HVAC pada pabrik, mengendalikan seluruh point-point dan menyimpan informasi untuk dievaluasi. 2. Sensor Perangkat sensor input terdiri dari beberapa sensor yang digunakan untuk sistem HVAC antara lain: Pressure Transmitter, Room temperatur&Humidity sensor, Pipe Insertion Sensor, Insertion Temperature/Humidity Sensor, Flow Switch. 3. Tombol tekan lokal Perangkat ini merupakan perangkat masukan yang menerima respon langsung dari operator (pemakai) dan berasal dari lokal site (tempat). Masukan ini dapat berfungsi untuk mengaktifkan dan menon-aktifkan sistem atau perangkat lokal yang diatur oleh sistem. 4. Tombol tekan remote Perangkat ini merupakan perangkat masukan yang menerima respon langsung dari user (pemakai) atau user yang diberikan izin untuk log in (masuk) dan berasal dari remote site (jarak jauh). Masukan ini dapat berfungsi untuk mengaktifkan dan menon-aktifkan sistem atau perangkat lokal yang diatur oleh sistem dan juga melakukan perubahan-perubahan yang diperlukan pada sistem (misalnya perubahan nilai setpoint). 5. Perangkat lokal Perangkat ini merupakan perangkat keluaran (output) yang menerima respon langsung dari controller dan terdapat di lokal site (tempat). Perangkat keluaran ini dapat berupa: mesin Chiller, AHU, motor listrik, dan perangkatperangkat yang membutuhkan catu daya sebagai penggerak.
  2. Indikasi lokal Perangkat ini merupakan perangkat keluaran (output) yang menerima respon langsung dari controller dan terdapat di lokal site (tempat). Perangkat keluaran ini berfungsi sebagai indikasi yang menunjukkan kondisi operasi terakhir (real time) dari suatu perangkat lokal. 7. Indikasi remote Perangkat ini merupakan perangkat keluaran (output) yang menerima respon langsung dari controller dan terdapat di remote site (jarak jauh). Perangkat keluaran ini berfungsi sebagai indikasi yang menunjukkan kondisi operasi terakhir (real time) dari suatu perangkat lokal. 8. Sistem kontroler Peralatan kontrol yang digunakan adalah satu set perangkat building automation system dari Produsen Yamatake, antara lain terdiri dari : SCS, MIS, Infilex Controller, Modul-modul I/O.
author
No Response

Leave a reply "Spesifikasi Sistem HVAC Dalam Building Automation System"