mengeluhkan masih lemahnya daya beli masyarakat Aplikasi UMKM Dan Sarana Pendamping UMKM Konektifa

mengeluhkan masih lemahnya daya beli masyarakat Aplikasi UMKM Dan Sarana Pendamping UMKM Konektifa

Industri kecil dan menengah sering kali mengeluhkan masih lemahnya daya beli masyarakat menjelang Idul Fitri tahun ini. Penurunan daya beli berdampak pada berkurangnya penjualan produk UKM.
Ini berbeda dengan produk makanan dan minuman yang dinilai masih cukup bagus meski tidak seperti tahun sebelumnya. "Menuju hari raya Idul Fitri ini, daya beli masyarakat masih lemah sehingga berdampak pada penjualan produk IKM. Penjualan makanan dan pakaian paling banyak," kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (Kemenperin) Gati Wibawaningsih. Aplikasi UMKM Dan Sarana Pendamping UMKM Konektifa.

Menurut Gati, selama bulan Ramadhan tahun ini, pasokan bahan baku tidak bermasalah sehingga harganya stabil. Tapi karena daya beli masyarakat belum membaik, hal itu menyebabkan penjualan turun. "Banyak keluhan, pembeli masih kekurangan, daya beli masih lemah," katanya. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan sebelumnya, sektor industri yang mengalami lonjakan bulan Ramadhan kali ini adalah industri makanan dan minuman serta otomotif.

Menurutnya, tren tahunan di kuartal II biasanya merupakan kenaikan di industri otomotif. Sedangkan untuk industri makanan dan minuman ada peningkatan permintaan akan produk seperti sirup, nata de coco, biskuit, roti, dan lain-lain di bulan Ramadhan dan Lebaran. Pada kuartal pertama 2017, industri makanan dan minuman tumbuh 8,15%. Aplikasi UMKM Dan Sarana Pendamping UMKM Konektifa.

Airlangga juga meyakinkan harga produk makanan dan minuman yang masih dalam kisaran wajar sehingga tidak membebani masyarakat. "Kami meminta konsumen untuk tidak khawatir menikam kebutuhan dasar selama bulan puasa sampai Lebaran, karena industri sudah mengantisipasi," katanya.

Pada kuartal pertama 2017, pertumbuhan industri pengolahan non migas meningkat menjadi 4,71%.

Pertumbuhan ini juga lebih tinggi dari periode yang sama tahun 2016 yang sebesar 4,51%. Subsektor industri yang mengalami pertumbuhan tinggi pada triwulan I tahun 2017 adalah industri kimia, farmasi dan obat-obatan tradisional sebesar 8,34%; 8,15% industri makanan dan minuman; Industri karet, karet dan plastik sebesar 7,52%; Industri kulit, barang kulit, dan alas kaki sebesar 7,41%; Dan industri kertas dan percetakan, dan media reproduksi sebesar 4,65%.

"Momentum bagus yang perlu kita pertahankan atau kita perbaiki sehingga target pertumbuhan industri sebesar 5,4% di tahun 2017 bisa kita capai," katanya. Kementerian Perindustrian juga bertekad untuk terus mempercepat pertumbuhan industri melalui kebijakan prioritas industri nasional. Caranya, dengan meningkatkan daya saing, pertumbuhan populasi industri, serta pengembangan kawasan industri di luar Jawa.

itulah informasi mengeluhkan masih lemahnya daya beli masyarakat Aplikasi UMKM Dan Sarana Pendamping UMKM Konektifa

author
No Response

Leave a reply "mengeluhkan masih lemahnya daya beli masyarakat Aplikasi UMKM Dan Sarana Pendamping UMKM Konektifa"