Kualitas Air Budidaya Ikan Nila

No comment 115 views

Kualitas Air Budidaya Ikan Nila - Langkah pertama bila kita ingin membiakkan ikan nila adalah dengan memilih indukan yang baik. Indukan yang baik adalah yang umurnya sudah cukup dan siap untuk dilakukan pemijahan. Biasanya perbandingan yang ideal antara indukan jantan dan betina adalah 3 : 1. Untuk jumlah ikan tinggal disesuaikan saja dengan ukuran wadah atau kolam yang digunakan. Perlu diingat disini kalau kepadatan kolam terlalu tinggi juga tidak akan baik bagi pertumbuhan ikan.

Kualitas Air Budidaya Ikan Nila

Faktor selanjutnya yang harus diperhatikan dalam budi daya ikan nila adalah faktor kualitas air yang digunakan. Apabila kualitas air yang digunakan tidak baik maka pertumbuhan ikan akan tidak baik atau terganggu. Berikut adalah beberapa hal yang dapat mempengaruhi kualitas air kolam :

Suhu

Faktor suhu atau temperatur air merupakan faktor yang sangat mempengaruhi metabolisme dan pertumbuhan biota air, hal ini juga akan mempengaruhi jumlah pakan alami yang ada di air. Suhu juga merupakan faktor utama yang dapat mempengaruhi kadar oksigen terlarut yang ada dalam air. Biasanya suhu yang sesuai untuk hidup dan pertumbuhan ikan nila adalah 14-38°C. Sedangkan untuk pemijahan biasanya suhu yang baik adalah sekitar 22-37°C namun suhu yang baik untuk proses perkembang biakannya adalah sekitar 25-30°C.

PH

Kadar atau nilai pH merupakan tingkat keasaman perairan. Sedangkan faktor yang dapat mempengaruhi kadar atau nilai pH adalah aktivitas fotosintesis, suhu, dan terdapatnya anion dan kation dalam air. Kadar atau nilai pH antara 5 hingga 11 masih bila ditoleransi oleh ikan, namun pertumbuhan dan perkembangannya adalah sekitar pH 7–8 agar pertumbuhannya dapat optimal.

Amonia

Amonia sendiri adalah bentuk utama ekskresi nitrogen yang dihasilkan oleh organisme akuatik. Amonia (NH3) ini biasanya berasal dari bahan organik yang berbentuk sisa pakan, kotoran ikan atau dapat berbentuk plankton dari bahan organik yang tersuspensi. Pembusukan bahan organik yang khususnya banyak mengandung protein akan menghasilkan ammonium (NH4+) dan NH3. Apabila proses lanjut dari pembusukan (nitrifikasi) tidak berjalan dengan lancar maka akan mengakibatkan penumpukan NH3 hingga mencapai kadar atau batas yang aman bagi ikan nila.

Oksigen terlarut

Faktor selanjutnya yang harus diperhatikan adalah kandungan oksigen terlarut dalam air. Oksigen terlarut ini diperlukan untuk proses respirasi, pembakaran makanan, aktivitas berenang, pertumbuhan, reproduksi dan lain-lain bagi ikan nila. Oksigen terlarut ini dapat bersumber dari proses difusi oksigen yang terdapat di atmosfer sekitar 35% dan aktivitas fotosintesis oleh tumbuhan air dan organisme mikro seperti fitoplankton. Sedangkan kadar oksigen terlarut yang optimal bagi ikan nila sendiri adalah lebih dari 5 mg/l.

Kekeruhan Air

Pelumpuran yang terjadi di dasar kolam yang menyebabkan kekeruhan air merupakan faktor yang dapat menghambat pertumbuhan ikan. Akan berbeda halnya apabila kekeruhan air diakibatkan karena adanya plankton, air yang kaya plankton biasanya warnanya hijau kekuningan dan hijau kecoklatan, hal ini karena diakibatkan air mengandung banyak diatom. Plankton seperti ini merupakan jenis plankton yang baik untuk pakan ikan nila sedangkan plankton biru merupakan jenis yang tidak baik sebagai pakan. Tingkat kecerahan air yang disebabkan oleh plankton juga merupakan hal yang harus dapat dikendalikan untuk keberlangsungan hidup ikan.

author
No Response

Leave a reply "Kualitas Air Budidaya Ikan Nila"