Bagaimana Mengajar Pendidikan Etika

No comment 57 views

Bagaimana Mengajar Pendidikan Etika
Kualitas hidup bergantung pada kualitas siapa diri Anda. Apa yang sebenarnya Anda jadinya. Semuanya bermuara pada seberapa baik moral dan etika seseorang. Jadi pertanyaannya adalah bagaimana kita membuat setiap orang menjadi orang moral yang baik? Sejak zaman kuno kita menyadari pentingnya mengajarkan nilai-nilai moral. Kita mengajarkannya dengan cara yang sama seperti kita mengajar matematika dan sains dengan memberikan pengetahuan tentang yang baik dan yang buruk. Salah satu faktor yang sangat penting bahwa dunia pendidikan masih belum sepenuhnya terbangun, terlepas dari ribuan penelitian ini, adalah karena ada dua jenis kecerdasan - reguler dan emosional - keduanya memerlukan seperangkat aturan yang berbeda untuk pendidikan. Pendidikan kecerdasan emosi mengubah infrastruktur fisik sebenarnya dari otak. Pendidikan kecerdasan emosional mulai dari rahim. Dan berlanjut melalui pelukan dan ciuman dan lingkungan masa kecil yang memprihatinkan. Pada saat anak berusia 6 tahun, karakter karakter moral ditetapkan dengan baik untuk sisa kehidupan seseorang.

Jadi untuk benar-benar memastikan pendidikan moral kita harus belajar bagaimana mendidik individu pada tahap janin dan anak. Jadi, kita harus menyusun template dan manual untuk orang tua masa depan, orang hamil saat ini dan mereka yang memiliki anak kecil.

Harap pertimbangkan yang berikut ini:

Ada seorang raja yang sangat bermasalah karena rakyatnya sangat miskin. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia mendengar tentang kerajaan ini dimana orang-orang sangat makmur dan tinggal di rumah-rumah mewah dan bahkan istana marmer. Jadi dia mendatangi raja tempat ini dan bertanya bagaimana mereka bisa hidup seperti ini. Raja mengatakan kepadanya bahwa sangat sederhana dia baru saja mengeluarkan sebuah kode bangunan yang harus diikuti oleh semua orang di kerajaannya. Jadi raja kami kembali dan melewati sebuah undang-undang bahwa setiap orang harus membangun sebuah istana marmer!

Sekarang di kerajaannya, sebagian besar bisa membeli pondok jerami, yang lain bisa membeli pondok kayu. Yang lain lagi bisa membeli rumah semen dan beberapa bisa membeli istana marmer. Jadi, undang-undang raja mulai berlaku dan tidak ada yang berubah. Hanya beberapa istana marmer yang muncul. Kecuali beberapa orang terpilih lainnya tidak mampu membangun istana marmer.

Hal yang sama bila menyangkut moralitas. Kami memiliki hukum moral dan kami mengharapkan setiap orang untuk mengikuti mereka. Kami menghabiskan miliaran dolar untuk pencegahan dan penahanan kriminal namun tidak ada yang berubah.

Satu-satunya cara untuk mengubah dan mengurangi kejahatan adalah dengan mengubah kualitas fisik otak yang menghasilkan kompas moral individu. Dengan demikian pendidikan etika berarti tidak hanya memberi tahu orang apa yang baik dan apa yang buruk. Ini tentang menciptakan infrastruktur moral yang benar yang menghasilkan otak.

author
No Response

Leave a reply "Bagaimana Mengajar Pendidikan Etika"